Jawaban Pedas Penyanyi Israel Gad Elbaz Untuk Anies Sandi Soal Lagu Kampanyenya

Jawaban Pedas Penyanyi Israel Gad Elbaz Untuk Anies Sandi Soal Lagu Kobarkan Semangat
60detik.ID - Musisi Yahudi Gad Elbaz buka suara terkait isu plagiarisme antara lagu karyanya, Hashem Melech, dengan lagu kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Elbaz dalam akun media sosialnya juga mengakui dia pun mengadopsi lagu serupa dari penyanyi asal Aljazair, Chab Challed.

Dia menyebutkan nama Sandiaga Uno dalam unggahannya tersebut. berikut ini kutipan lengkap musisi yahudi Gad Elbaz  di akun instagramnya yang menyebut sandiaga Uno dan Tim Nya sebagai kelompok muslim radikal:
Hi guys I want to share with you all something important about this song that was out 5 years Ago in 2013

So in Indonesia for political purposes they used the biggest Song in the Jewish community sang by me an Israeli Singer for political purpose, that the politician is Anti Israel and they are Extremist Moslem. 

His name is Sandiaga Uno

So I must share with u all they said I copied them so... 

This song was out before any artist Such as Mark Anthony release it I release this Cover By Chab Challed

And this song became the biggest Jewish song all over the world in every country and
Thank U #God for this song and May all the extreamest people that want to kill all the people that don't believe in there believes God will pay them Back for all they done and want to do I'm this world

Happy I am in the good side of the world

#Hashemmelech #Gadelbaz #Israel #indonesia #cnnindonesia



Artinya kira kira seperti ini :

" Teman2!  Saya mau sharing dengan kalian semua tentang hal yang  penting terkait lagu yang dirilis 5 tahun lalu di 2013. 

Di Indonesia lagu Yahudi yang aku dan seorang teman yahudiku nyanyikan telah dipakai untuk tujuan politik yang mengaku anti israel dan mengaku ekstrimis muslim.

Namanya Sandiaga Uno. Saya harus sharing hal ini kepada kalian karna mereka tuduh aku mengcopy dari mereka.

Lagu ini sebenarnya telah dirilis sebelum dinyanyikan oleh artis manapun seperti Mark Anthony dan dicover oleh Chab Challed

Dan lagu ini menjadi lagu yahudi terbesar diseluruh dunia . dan di setiap negara #puji tuhan

Semoga semua ekstrimis yang ingin membunuh siapa saja yang berbeda keyakinan dengan mereka menerima balasannya

Saya bahagia berada di sebuah negara yang baik di dunia ini" tegas Musisi Yahudi Gad Elbaz lewat akun instagramnya


Dalam unggahannya, Elbaz pun melampirkan gambar unggahan audio Hashem Melech yang ia unggah pada 27 Januari 2013 di laman Youtube.



Lagu tersebut adalah versi asli Hashem Melech sebelum ia nyanyikan kembali dengan rapper Nissim pada 2016.

Elbaz seolah membantah tudingan tim Anies-Sandi yang menyebut bahwa lagu Kobarkan Semangat Indonesia muncul lebih dahulu dibandingkan Hashem Melech.

"Tidak mungkin lagu Kobarkan Semangat Indonesia menjiplak lagu band Israel, karena lagu Kobarkan Semangat Indonesia diterbitkan lebih dulu yaitu pada April 2014 sedangkan lagu band Israel baru diterbitkan Januari 2016," kata Tim Anies-Sandi di laman resminya.

Berita soal tudingan jiplak yang terjadi pada lagu kampanye Anies-Sandi menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Lagu Kobarkan Semangat yang digunakan tim Anies-Sandi untuk kampanye memiliki kemiripan dengan lagu Hashem Melech milik Elbaz.

Kobarkan Semangat sendiri sebenarnya mengadopsi lagu Kobarkan Semangat Indonesia milik Partai Keadilan Sejahtera yang dirilis pada 2014.

Pihak PKS melalui Wakil Ketua Syuro Hidayat Nur Wahid membantah informasi penjiplakan itu dan mengatakan hal tersebut sebagai fitnah.

Anies Baswedan juga mengaku tidak ingin ambil pusing terkait isu penjiplakan yang datang kepada pasangan tersebut.

"Saya enggak tahu juga saya. Artinya kita nggak mau pusing hal yang keci-kecil," kata Anies. "Ya menarik saja, semakin hari semakin (aneh). Memang nggak ada pekerjaan lain gitu?," imbuhnya.

sumber: cnnindonesia.com
  • Terpopuler Minggu Ini