Terungkap!! Inilah Ketua RT 05 Pondok Pinang Penolak Shalat Jenazah dan Pemaksa Warga Pilih Anies - Sandi

adsense 336x280
60Detik.id - Panwaslu Jakarta Selatan mengatakan surat pernyataan di RT05/02 Pondok Pinang hasil dialog antara pengurus RT dengan pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat. Namun, Panwaslu enggan merinci dialog yang dimaksud.

"Maka kemudian muncul lah surat pernyataan yang kemudian ditandatangani (Yoyo Sudaryo)," kata Ketua Panwaslu Jakarta Selatan, Ahmad Ari di kantornya, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu 15 Maret 2017.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu pengurus DKM Masjid Darussalam Pondok Pinang, Firmansyah, mengatakan, surat pernyataan terkait Pilkada itu untuk melengkapi bukti administrasi organisasi. Firmansyah tidak merinci organisasi yang dimaksud.
 

"Melengkapi bukti administrasi organisasi saja. Jadi supaya pengurus bisa klarifikasi dengan pengurus lain. Karena ini kerja bersama organisasi," ucap Firmansyah.

Sementara itu, Ketua RT 05 Makmun, bungkam soal surat pernyataan yang ia berikan kepada salah satu warganya, Yoyo Sudaryo. Dia enggan memberikan klarifikasi sedikitpun pada awak media usai diperiksa Panwaslu Jakarta Selatan.

"Mohon maaf, ini buru-buru," ucap Makmun.

Surat pernyataan dukungan pasangan calon tertentu yang diteken Yoyo Sudaryo, warga RT05/02, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, membuat heboh. Pasalnya, surat 'politik' itu mesti diteken Yoyo saat Siti Rohbaniah, 80, mertuanya, meninggal.

Siti Rohbaniah mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu malam 8 Maret 2017. Esok harinya, keluarga Yoyo memakamkan jenazah nenek Siti.

Sebelum itu, keluarga memandikan hingga mengafani jenazah Siti. Ketika jenazah hendak disalatkan di masjid terdekat, ada yang janggal.

Sekira satu jam setengah, Yoyo menunggu kabar dari Ketua RT Makmun soal kepastian menyalatkan jenazah Siti di Masjid Darussalam. Selama waktu itu pula, jenazah didiamkan di rumah.

Tiba-tiba, sebuah surat pernyataan dengan tulisan tangan, dia terima dari Ketua RT Makmun. Poin surat sudah lengkap, Yoyo hanya diminta menekennya di atas materai.

"Isinya, saya berjanji memilih pasangan gubernur muslim untuk putaran kedua," ucap Yoyo

Berkaitan atau tidak, usai meneken surat, jenazah mertua Yoyo lantas dibawa ke Masjid Darussalam buat disalatkan. Jedanya cuma lima sampai 10 menit.

Di masjid itu sempat terpampang spanduk bernada provokatif yang marak diperbincangkan. "Masjid ini tidak menyalatkan jenazah pendukung & pembela penista agama," begitu bunyi spanduk yang saat ini sudah diturunkan (metrotvnews)
adsense 336x280