Terbongkar!! Anies Politisasi Isu Reklamasi, Berita di Kompas Minta Dihapus

adsense 336x280
http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/calon-gubernur-dki-anies-baswedan-kiri-berbincang-bersama-bakal-_160924001723-581.jpg
60Detik - Anies mempolitisir isu reklamasi untuk meraup suara, sebenarnya Anies pro reklamasi tapi terlanjur malu, posisi dia di Pilgub DKI adalah anti reklamasi dan dimana-mana gembar gembor tolak reklamasi. Dipandang terlalu kelihatan liciknya maka berita di laman Kompas tersebut didrop atau diturunkan atas permintaan timses Anies 

Hal ini sudah masuk Kompas Online dan sempat terbit, tapi akhirnya di drop karena ada keberatan untuk diberitakan, ketika dicek ke tautan juga hasilnya error 404 http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/14/09370301/tim.anies-sandiaga.nilai.isu.reklamasi.efektif.untuk.mendulang.suara
Ketika Tautan di klik maka muncul keterangan 404
Gerilyawan berhasil menemukan berita yang sudah didrop tersebut, isinya sebagai berikut:

Eep Saefulloh Fatah, CEO and Founder PolMark Indonesia sekaligus konsultan politik Anies Baswedan-Sandiaga Uno menilai isu reklamasi pada Pilkada DKI Jakarta efektif untuk memperoleh suara.

Hal itu diungkapkan Eep saat bersama Anies-Sandi berkunjung ke redaksi Harian Kompas pada Senin (13/3/2017) malam.

“Hasil peta pemungutan suara 15 Februari 2017, kalau kita lihat pesisir di atas itu, sekalipun Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat, dimenangkan oleh Basuki-Djarot, kecuali di PIK dan Ancol, semuanya segaris di pantai itu, kelurahannya dimenangkan oleh Anies-Sandi,” kata Eep sembari memperlihatkan data melalui tampilan proyektor.

Menurut Eep, berdasarkan survei internalnya, ada pergerakan dukungan dari warga ketika Anies dan Sandi membawa isu pemimpin yang dapat mempersatukan.

Indikasi dukungan warga semakin terlihat ketika isu persatuan ini ditambah dengan isu reklamasi, dengan Anies-Sandi menempatkan posisi sebagai pasangan calon yang tegas menolak reklamasi.

“Ketika isu reklamasi diangkat, ada tambahan lain yaitu bahwa identitas memihak dan membela warga itu menegas,” kata Eep.

Terkait dengan isu persatuan, Eep juga membahas mengenai respons Anies saat bertemu pimpinan salah satu ormas Islam, Rizieq Shihab.

Menurut dia, melihat pertemuan tersebut, sebanyak 50 persen warga Jakarta mengaku netral, kemudian 40 persennya menyatakan setuju dengan sikap itu, dan 10 persen lainnya tidak setuju.

“Ketika Anies mendatangi Rizieq, respons masyarakat Jakarta tidak seperti yang dipersepsikan sebagian orang yang memang berisik itu,” ujar Eep.

Ini screen capture berita tersebut
SC berita di laman Kompas yang dihapus atas permintaan Tim Anies Sandi
(gerpol) adsense 336x280