Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Menteri Keuangan Terbaik Versi Majalah Finance Asia

adsense 336x280
 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpose sebelum mengikuti pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7). Presiden Joko Widodo melakukan perombakan terhadap 12 menteri dan satu kepala badan dalam Kabinet Kerja. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/pd/16.
60detik.ID - Prestasi Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan Indonesia jadi perhatian dunia. Menteri yang mulai menjabat sejak Juli 2016 itu baru saja dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia oleh Majalah Finance Asia.

Majalah yang berbasis di Hong Kong itu menyebut Sri Mulyani sebagai sosok yang memiliki reputasi cemerlang dan etos kerja yang tangguh. 

Finance Asia menuliskan, keberhasilan mantan direktur Bank Dunia itu dalam mengelola dan memperbaiki keuangan negara, jelas terlihat dari program pengampunan pajak atau tax amnesty. Program ini disebut sebagai salah satu program tax amnesty tersukses di dunia, dengan deklarasi dana mencapai Rp 4.590 triliun, yang sebelumnya merupakan aset-aset yang ‘tersembunyi’ dari pemerintah. 

Salah satu prestasinya dalam memperbaiki keuangan negara adalah menurunkan defisit fiskal. Dalam enam bulan pertama tahun 2016, Indonesia tengah berjuang mencapai target deifsit sebesar 3 persen. Pada saat yang sama, pendapatan pemerintah turun 5 persen padahal belanja pemerintah naik sekitar 15,1 persen.

Tapi setelah enam bulan Sri Mulyani kembali menjadi menteri keuangan, pemerintah berhasil melampaui target defisit fiskal, mencatatkan 2,5 persen dari PDB (produk domestik bruto) pada akhir 2016. 

Finance Asia menyebutkan, Sri Mulyani kerap menunjukkan bahwa ia sangat serius terhadap efektivitas dan transparansi pengumpulan pajak untuk meningkatkan penerimaan negara. 

Ia juga sempat ‘mengancam’ para orang kaya di Tanah Air, yang terbukti menghindari pajak. Kemudian, Sri Mulyani menjunjung integritas dan ‘tidak kenal takut’ dalam menjaga ekonomi negara. Salah satunya dengan memutus kontrak kemitraan dengan JP Morgan Chase Bank, yang merilis riset yang dianggap mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia.

Untuk informasi, Sri Mulyani pernah menjadi Menteri Keuangan RI pada 2005-2010 di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum menjabat Managing Director and Chief Operating Officer di World Bank. Pada Juli 2016, Sri Mulyani menggantikan mantan menteri keuangan sebelumnya, Bambang Brodjonegoro, yang ditugaskan Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.(jurnalindonesia.id)
adsense 336x280