Salut!! Walikota Bekasi Izinkan Berdirinya Gereja St Clara, Tapi FPI Menolak dan Berdemo, Polisi Terpaksa Bertindak Tegas

adsense 336x280
Jajaran Polrestro Bekasi Kota membubarkan aksi unjuk rasa kelompok penentang berdirinya Gereja Santa Clara, Kelurahan Harapanbaru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (2?4/3/2017).
60detik.ID, Jakarta - Jajaran Polrestro Bekasi Kota membubarkan aksi unjuk rasa kelompok penentang berdirinya Gereja Santa Clara, Kelurahan Harapanbaru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (2‎4/3) sekitar pukul 14.05 WIB.

Aparat kepolisian berkali-kali menembakkan gas air mata di kerumunan ratusan massa yang tergabung Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi (MSUIB), serta Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya.

Massa lari kocar-kacir menghindari pedihnya gas air mata. Massa yang beratribut putih-putih ‎ini mulai menjauh sekitar 50 meter dari pintu masuk pembangunan gereja. Massa berkumpul di sekitar Perumahan Vila Indah Permai, di pinggir jalan raya.

Meski begitu, ‎para orator di atas mobil komando menyemangati massa untuk kembali merangsek ke arah pintu gerbang. Massa kembali berkerumum berjarak 50 meter dari pintu gerbang.

"Kita tak ingin, daerah kita berdiri gereja yang tak berizin. Kita tak akan membubarkan diri sampai pemerintah mencabut izin pembangunan gereja," ujar salah satu orator di atas mobil komando memberikan semangat kepada massa.

Hingga saat ini, massa masih berkumpul di sekitar pintu gerbang pembangunan gereja. Gas air mata masih terasa pedih di mata. (beritasatu)

adsense 336x280