PDIP dan Nasdem salatkan jenazah Ufie Supiati pendukung Ahok

adsense 336x280
60detik.ID - Sempat beredar kabar jenazah Ufie Supiati binti Muhammad Undu (73) tidak akan disalatkan karena berbeda pandangan politik dengan keluarga dan warga sekitar. Ufie meninggal di rumahnya, Petojo Sabangan, Jakarta Pusat karena sakit stroke Sabtu siang, (25/3).

Mulyatun (47) keponakan dari Ufie mengatakan, beredarnya isu tersebut hanyalah ketakutan saja. Atun sapaan akrab Mulyatun merupakan Ketua ranting PDIP kelurahan Petojo Selatan.

"Saya ketua ranting PDIP," paparnya Minggu, (26/03).

Sebelum ibu Ufie meninggal, Atun mengaku sempat dihujat karena mendukung Ahok- Djarot dalam Pilkada DKI.

jenazah ufie supiati 2017 Merdeka.com/Anisatul Umah
Terkait jenazah Ufie yang baru disalatkan hari ini, Atun beralasan menunggu kedatangan keluarga.

Atun mengaku, masjid menerima dengan baik jenazah Ufie untuk disalatkan. Jenazah Ufie disalatkan di Masjid Asy-Syarif yang lokasinya dekat dengan kediamannya.

"Masjid menerima dengan baik. Tadi saat salat yang menyalati pak Cecep dari Nasdem. Saya sempat dengar kabar imamnya sedang sakit makanya saya pakai partai Nasdem. Yang menyalati dari Nasdem dan PDIP," imbuh Atun.

Dewan Kemakmuran Masjid Asy-Syarif, Nuryanto membantah kabar yang mengatakan jenazah Ufie yang tidak akan disalatkan. Nuryanto mengatakan kejadian ini hanya kesalahpahaman saja. Keluarga, imbuh Nuryanto, tidak melakukan koordinasi.

"Kita ini sifatnya menerima dan menunggu, saat meninggal sudah kita dampingi, alat-alat untuk menyelenggarakan mayat kita pinjamkan. Menyalatkan itu terserah pihak keluarga, kalau diminta kami siap, kalau tidak, kami tak bisa memaksa, siapa tahu pihak keluarga mau menyalatkan di tempat lain," ungkapnya Minggu, (26/3).

Jenazah Ufie akhirnya disalatkan di Masjid Asy-Syarif yang lokasinya berdekatan dengan rumah korban Minggu, (26/03) pagi pukul 09.00 WIB. Nuryanto mengatakan jika pihak keluarga baru saja meminta untuk mensalatkan jenazah. Jenazah Ufie dimakamkan di pemakaman Karet Bivak hari ini Minggu, (26/03).

"Saya sudah panggilkan ustad untuk imamnya, tapi itu mereka gak jelas kan koordinasinya," tandas Nuryanto.

Ketua RT setempat, Yatna (54) juga mengatakan tidak terjadi penolakan jenazah. Yatna mengatakan jika warganya tidak mudah terpancing adanya isu penolakan.

"Di sini aman terkendali, Ustad Manasrul dipanggil (untuk menyalatkan) gak bisa. Memang sudah tua dan sakit," kata Yatna ketua RT 8. [pan/  Merdeka.com]
adsense 336x280