NU dan Warga Tolak Tabligh Akbar Ustadz Wahabi Khalid Basalamah di Surabaya

SURABAYA – Lagi-lagi penceramah Wahabi Khalid Basalamah ditolak di saat melakukan tabligh di daerah-daerah, inilah salah satunya langkah dari NU untuk membentengi warga dan negara dari perpecahan yang sering disebarkan oleh dai-dai Wahabi, baru-baru ini juga warga dan Aswaja Rungkut menolak ceramahnya

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Tabligh Akbar & Kajian Dhuha oleh Ustad DR Khalid Basalamah di masjid Al Maghfirah Jl. Rungkut Asri 24 Surabaya, pada hari Sabtu, 04 Maret 2017 pukul 09.00 WIB, bermasalah. Maka dengan ini kami selaku warga masyarakat Rungkut Kidul dan para Nahdliyin menolak kehadirannya. Mengingat bahwa:
  1. DR Khalid Basalamah merupakan Tokoh/Dai Wahabi di Indonesia.
  2. Ceramahnya bersifat provokatif dan adu domba.
  3. Ceramahnya cenderung menimbulkan ujaran kebencian dan dapat memecah belah kerukunan ummat dan NKRI.
  4. Isi ceramahnya tidak sesuai dengan tradisi, adat istiadat dan budaya masyarakat Indonesia. Dan kerap menimbulkan keresahan.
  5. Belum ada ijin maupun rekomendasi kegiatan tersebut dari kepolisian setempat.
Pada dasarnya kami bukan anti pengajian, tabligh maupun dakwah yang diselenggarakan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun, namun kami sangat berkeberatan keras atas dakwah-dakwah DR Khalid Basalamah yang menimbulkan keresahan pada masyarakat kita.

Surat bernomor 029/PR/A.1/L.1.21.142/III/2017 itu ditandatangani Ust Ali Masyhud Hamid (Ketua Tanfidziyah), Ust HM Chushoiyyin Maqal (Rais syuriah) dan diketahui Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Rungkut.
Surat NU
Sementara itu menurut AKBP Sutrisno, SH, SIK, MSi, Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya membenarkan kabar adanya penolakan pengajian tersebut. 

Pihak kepolisian sudah berusaha untuk mempertemukan kelompok yang pro dan kontra agar tidak terjadi miskomunikasi. Dan, bisa jadi pengajian tetap berlangsung, tetapi penceramahnya diganti.

“Intinya, pihak kepolisian ingin suasana tetap kondusif, aman, terjaga dengan baik,” demikian disampaikan AKBP Sutrisno. (SFA/salafynews)
  • Terpopuler Minggu Ini