Novel FPI: Saya Pernah Dihajikan Pak Winata, Seorang China Non Muslim

 
60Detik - Setelah kasus fitsa hats yang sangat viral dan membuat nama Novel Bamukmin meroket, akhirnya Novel kembali buka suara soal “fitsa hats”. Entah kenapa dia baru membuka suara kembali soal fitsa hats setelah sudah mulai dilupakan orang.

Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Habib Novel Bamukmin memenuhi panggilan Polres Jaksel. Novel akan diperiksa sebagai pelapor dalam dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait dengan penulisan ‘Fitsa Hats’.

“Hari ini pemeriksaan pertama sebagai pelapor,” ujar salah satu anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Hisar Tambunan, di Mapolres Jaksel Jalan Wijaya 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2017).
Hisar menjelaskan Habib Novel telah mengklarifikasi terkait dengan adanya kekeliruan penulisan pada saat sidang Ahok lalu. Namun, selesai persidangan, Ahok justru mengatakan penulisan frasa ‘Fitsa Hats’ itu sengaja dilakukan karena Habib Novel malu akan status pekerjaannya.

“Jadi pada saat persidangan, kebetulan klien kami ini sudah mengklarifikasi terkait adanya kesalahan pengetikan Fitsa Hats. Namun selesai persidangan, di luar persidangan, kepada wartawan, Saudara Ahok mengatakan bahwa seolah-olah Habib Novel ini sengaja menyembunyikan status pekerjaannya,” katanya.
Ia juga menjelaskan Habib Novel tidak pernah mengucapkan tidak boleh bekerja di perusahaan nonmuslim.
“Kami tidak pernah mengatakan bahwa tidak boleh bekerja di perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh orang-orang kafir. Jadi tidak pernah mengucapkan itu,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Habib Novel menuturkan pengetikan Fitsa Hats itu dilakukan oleh polisi. Ia juga tak menyangka masalah ini akan berlanjut, padahal ia telah memberikan klarifikasi saat persidangan.

“Begitu di pengadilan, saya ditanya lagi sama penasihat hukum terdakwa Fitsa Hats itu. Ditanya ejaannya gimana. Saya bilang ‘Pizza Hut’. Emang ada masalah? Oh ada ini penulisannya beda. Saya benerin. Selesai tulisan yang benar ‘Pizza Hut’ itu. Ejaan yang benar. Pikiran saya selesai, eh ternyata terdakwa ini mengambil kesimpulan sendiri. Seolah-olah saya malu, padahal saya tidak pernah malu kerja dengan non-Islam,” tuturnya.

Selain itu, Novel menyebut dirinya sempat diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji oleh perusahaan yang non-muslim. Jadi, menurutnya, tidak ada masalah bekerja di perusahaan non-muslim.

“Kemudian dari situ 15 tahun kerja lagi, bahkan di salah satu cabang Tomy Winata, saya terus terang saja. Tidak ada masalah. Bahkan saya dihajiin perusahaan yang non-Islam. Yang memang perusahaan itu pemiliknya China gitu. Tidak ada masalah,” sambung Novel.
  • Terpopuler Minggu Ini