Gus Nuril: Saya Ngak Akan Pilih Ahok, saya hanya Coblos Djarot yang Muslim

adsense 336x280 Gus Nuril: Saya disuruh untuk pilih Ahok tapi saya tidak mau, saya hanya pilih pemimpin Islam Yaitu Djarot
60Detik.id - Menjelang Pilkada putaran kedua Pilkada DKI 2017, isu tolak pemimpin kafir mulai memanas.

Bahkan, hingga penyebaran spanduk penolakan mensolatkan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Beranjak dari kondisi tersebut, Gus Nuril mengimbau seluruh warga Jakarta agar tidak terpancing dengan isu-isu dalam Pilkada. Mengingat, hal tersebut berpotensi memicu perseteruan antar umat beragama.

"Takutnya nanti kata orang-orang yang anti Habib Rizieq, kafir itu adalah singkatan 'kangen Firza', jadi kalau kita dikatain kafir jangan ge'er dulu, kita sekarang sudah tahu kan arti kafir itu apa," cletuk Gus Nuril saat diskusi kebangsaan bertema "Islam dan Permasalah Kebangsaan Saat ini", di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Mantan Panglima pasukan berani mati Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Gus Nuril mengaku alasannya lebih memilih pemimpin muslim di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 dan pilihan itu jatuh pada sosok Djarot Saiful Hidayat.

"Saya disuruh untuk pilih Ahok tapi saya tidak mau, saya hanya memilih pemimpin Islam. Jadi saya coblos Djarotnya karena dia orang Jawa," kata Gus Nuril saat diskusi kebangsaan bertema "Islam dan permasalahan kebangsaan saat ini" di Cafe Pelangi Jakarta Selatan, hari ini.

Lebih lanjut, Panglima Patriot Garuda Nusantara itu mengaku tidak mempedulikan kelompok atau ormas Islam yang mengecap dirinya sebagai Kiai Pendeta. Sebab, dia mempercayai bahwa penilaian itu hanya dari Allah SWT.

"Saya dicap kiai pendeta, tapi saya tidak pedulikan itu, karena penilaian itu hanya dari Allah saja," ucap dia.

Gus Nuril juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak memaksakan dalam memilih paslon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada DKI.

"Saya tidak terlalu peduli ibu-ibu memilih siapa, saya menyerahkan kepada hak ibu masing-masing, karena pilihan itu tidak bisa dipaksakan," terang dia.

Lebih jauh, Gus Nuril menyampaikan bahwa Allah mencintai orang yang cinta kebersihan.

"Jadi kalau ada orang yang membersihkan kali dia baik tidak? Kalau menangkap korupsi kebaikan bukan? Jadi Ahok ini orang baik atau bukan?" tandasnya.

sumber: rimanews.com & inilah.com adsense 336x280