Waw!! Jokowi dan Ahok Satu Mobil Bikin Pimpinan DPR Sewot dan Panas

 
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ( Ahok) sempat satu mobil bareng selesai meninjau proyek Simpang Susun Semanggi dan terowongan Mass Rapid Transit (MRT). Peristiwa ini dianggap tidak etis bagi banyak kalangan. Apalagi Ahok merupakan seorang terdakwa kasus dugaan penistaan agama. Kritik keras dilancarkan para pimpinan DPR.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon, heran dengan sikap Jokowi. Sebab, kejadian seolah-olah menunjukkan bahwa Jokowi tengah melindungi Ahok dalam kasus pelecehan Alquran surah Al Maidah.

Kondisi ini dianggap Fadli bertentangan dengan sikap Jokowi. Politisi Partai Gerindra itu melihat peristiwa satu mobil Jokowi dan Ahok justru bertentangan dengan program revolusi mental. Fadli menyarankan program revolusi mental dihapus jika Jokowi terindikasi melindungi seorang terdakwa penistaan agama.

"Apa yang dilakukan Jokowi bertentangan dengan revolusi mental. Mental apa yang mau dibangun pemerintahan ini kalau seorang terdakwa saja itu dilindungi. Bubarkan saja revolusi mental. Sebaiknya bubarkan saja revolusi mental itu, enggak ada gunanya," kata Fadli, Jumat kemarin.

Seharusnya, lanjut Fadli, Jokowi bisa mengirimkan pesan jelas kepada masyarakat terkait sikap sebagai pimpinan negara. Namun, kondisi berbeda justru diperlihatkan Jokowi.

"Selama ini tidak seperti itu, jangan karena kemudian teman atau mendukung, kemudian hukum tidak bisa diterapkan terhadap orang yang dianggap kawan, malah terkesan melindungi, mem-back up," ujarnya.

Senada dengan Fadli, Wakil Ketua DPR lainnya, Fahri Hamzah juga menyayangkan momen Jokowi satu mobil dengan terdakwa penistaan surah Al Maidah. Dia merasa sebagai presiden seharusnya mengerti kondisi masyarakat banyak kecewa dengan kesalahan dilakukan Ahok.

"Presiden harus mengerti rasa etika dong, Basuki kan lagi jadi terdakwa, di atas tersangka lho, terdakwa," kata Fahri.

Momen satu mobil dengan Ahok, kata Fahri, juga merusak etika Jokowi sebagai Presiden. Apalagi selain sebagai terdakwa, Ahok kini posisinya juga sebagai kontestan di Pilgub DKI 2017.

"Jadi rasa etika Jokowi hancur sebetulnya di situ, itu disayangkan sekali. Harusnya Pak Jokowi punya etika yang benar. Ini lagi Pilkada kok, kan dia harusnya enggak usah terlibat yang begini," tegasnya.

Politisi PKS itu juga menganggap sikap Jokowi satu mobil bareng Ahok meninjau sejumlah proyek, juga terindikasi sebagai kampanye. Kejadian itu, lanjutnya, akan menimbulkan persepsi buruk di masyarakat karena seorang terdakwa bisa bebas berkomunikasi dan menumpang mobil dinas Presiden.

"Itu makanya ini yang disebut rasa keadilan itu hilang di sini, orang melihat ada yang jadi pesakitan yang petantang-petenteng. Orang sudah jadi terdakwa bicara sama presiden, masuk mobil presiden dan presiden seperti enggak melihat apa-apa," terangnya.
[ded/merdeka.com]
  • Terpopuler Minggu Ini