Warga Kepulauan Seribu: Sejak Ahok Cuti Semua Pelayanan Acak-Acakan




60Detik  Jakarta - Saat blusukan di Pulau Kelapa, Kepulau Seribu, calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendapat banyak keluhan dari warga. Para warga mengeluh lantaran banyaknya program Pemprov DKI Jakarta yang berubah.

Desi, 35, Warga RT 02 RW 03 Pulau Kelapa, mengatakan, semenjak Ahok kampanye, program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) berantakan. Kemudian, ada pula pengurangan Petugas Pemeliharaan Sarana Umum (PPSU).

"KJP sekarang pilih-pilih kalau gaji di atas Rp 5 juta enggak dapat. Honor juga enggak dapat KJP, padahal gajinya cuma Rp 500 ribu sebulan. Sebelumnya dapat terus semenjak tahun 2017 ini enggak dapat. Katanya ada aturan," kata Desi di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Senin (30/1/2017).


Baca Juga: Kapolri Tak Kan Biarkan Rizieq lolos dari jeratan Tersangka


Desi juga mengeluhkan kecilnya gaji‎ guru hononer yang hanya mendapatkan Rp 500 ribu. Sementara soal PPSU, Desi juga mengadu adanya pengurangan tenaga kerja PPSU, dari semula 17 menjadi 2 orang.
Karena pengurangan itu, kata Desi, pantai yang semula bersih mulai menumpuk sampah.

"Semenjak Pak Ahok cuti ini semua terjadi, acak-acakan. Pengurangan PPSU Laut, KJP acak-acakan, enggak ngerti aku ini. Ini siapa di balik semua ini?" tutur Desi.

Ahok cuti untuk berkampanye sejak 28 Oktober 2017 hingga akhir masa kampanye. Saat ini tugas-tugasnya dijalankan oleh Pelaksana Tugas Gubernur DKI Sumarsono.(liputan6)





 

  • Terpopuler Minggu Ini