Opini: Ngototnya Anies Menyerang Ahok dengan Data Super Hoax, Ada Apa?

60Detik - Oke oce, debat kali ini selain peforma Agus yang mengejutkan dan meningkat drastis dibanding debat sebelumnya, ada juga fenomena unik saat sesi tanya jawab. Anies terlihat menyerang Ahok secara membabi buta, bahkan saat bertanya kepada calon nomor 1, pertanyaan Anies malah menyasar ke Ahok. Agus sendiri pun mengakuinya, pertanyaan ke nomor 1 tapi serangan ke nomor 2.

Ada apa ini? Sepertinya Ahok tidak memiliki masalah dengan Anies. Yang kita tahu bersama Ahok berseteru dengan FPI dan kaum sesapian. Apa ini ada hubungan dengan kata Anies di mata najwa yang setuju dengan Al Maidah 51 dan mengatakan bahwa itu bukan SARA?

Serangan Bertubi-tubi
Anies-Sandiaga menyerang lewat progam reklamasi. Mereka berpendapat bahwa reklamasi ini tidak menguntungkan rakyat. Ahok mencounter dengan mengatakan bahwa reklamasi ini sebnarnya progam dari jaman Soeharto. Sudah terlihat bahwa Anies menyerang dengan data minim, bukankah dosen minimal mencari data lewat sumber kredibel?

Juga perlu dipahami bahwa reklamasi tidak melanggar hukum karena ada dasar hukumnya. Tidak boleh mengatakan reklamasi melanggar hukum hanya karena merasa bahwa itu menguntungkan pengembang. Sejak kapan pengembang untung sama dengan melanggar hukum? Ini logika stress, perlu tepok jidat 100 kali sebagai obatnya.
Juga saat memberikan pertanyaan kepada calon nomor satu, Anies kembali menyerang Ahok. Tentu saja semua orang kaget bahkan Slyvi seperti kebablakan. Bu Slyvi mencoba menyerang Ahok juga dalam kesempatan ini, namun mungkin karena tidak menyangka kejadian ini, serangannya tidak telak.

Yang paling tidak disangka adalah Agus yang dengan gamblang dan polos mengakui bahwa Anies memang sedang menyerang Ahok saat itu. Seorang politisi pasti diam saja dan mengambil kesempatan untuk menyerang Ahok. Mungkin saja Agus masih memiliki jiwa fairness, masa menyerang Ahok saat bertanya kepadanya, harusnya saat bertanya kepada Ahok dong. Bisa terlihat bahwa Agus masih hijau di kancah politik. Tidak ada yang fair di dunia politik.


Gol Bunuh Diri
Serangan paling fatal milik Anies adalah mengenai APM (Angka Partisipasi Murni). Anies begitu ngototnya dengan pendidikan, seolah-olah sekolah adalah segalanya. Sekolah memang penting, tapi apa gunanya bila 100% anak bisa sekolah di Jakarta tapi banjir setiap minggu? Sekolahnya mau diapungkan?

Juga saat memaparkan data tentang APM. Anies sangat tendesius bahwa APM Jakarta yang notabene ibukota negara begitu rendah. Anies sendiri mengakui bahwa APM Jakarta diatas rata-rata, tapi itu tidak usah dibanggakan karena Jakarta merupakan ibukota negara. Ini kan aneh, diatas rata-rata tidak usah dibanggakan, tapi kalau rendah mau menyerang.

Rata-Rata APM Jakarta adalah 67,91% sedangkan rata-rata nasional adalah 59,10%. Ini perbedaan yang jauh, boleh dibanggakan. Anies malah ngotot dengan memilih daerah di Jakarta dengan APM terendah yaitu Jakarta Utara dengan APM 51,79%. Ini sudah kurang ajar, memilih-milih data yang cocok dengan keinginan kita. Tentu saja sangat tidak fair menganggap bahwa satu daerah merusak seluruh provinsi.
Juga data APM yang dianggap Anies lebih rendah dari Biak adalah data abal-abal. APM SD dan SMP sangat jauh lebih tinggi dibanding Biak. APM SMA juga 51,79% lebih tinggi sedikit dibanding Biak yang APMnya 51,49%. Darimana datanya datang? Bukankah Anies pernah menjadi seorang dosen? Kok sumber datanya salah?

Namun counter Ahok sangat menusuk, Kemendikbud dikatakan memiliki peringkat 22 dari 22. Wah, ini sangat luar biasa sakit, bahkan senyum sempat hilang dari muka Anies. Data yang dipaparkan Ahok merupakan kebenaran, kemendikbud mendapat peringkat akhir dari peformanya yang dinilai Ombudsman.
Mau menusuk Ahok namun malah tertusuk sendiri, inilah kalau serangan dibuat berdasarkan data abal-abal. Ada juga komentar Anies yang agak aneh, hujan jangan hanya dialirkan ke laut tapi diresap ke dalam tanah. Apa Anies mengerti bagaimana cara air meresap ke tanah? Air merembes ke tanah secara lambat, tidak mungkin bisa cepat.

Bahkan ide Anies untuk membuat lubang di sungai-sungai pun terkesan gila. Lubang si sungai pasti langsung mampet oleh lumpur dan tanah. Ini solusi yang terdengar logis sekilas tapi langsung aneh bila dipikirkan. Bila tidak mau dialirkan ke laut apa perlu ditunggi hingga Jakarta mengapung terlebih dahulu?
Belum diketahui jelas penyebab Anies begitu ngotot menyerang Ahok, tapi satu hal yang jelas. Ok oce, Anies menelanjangi dirinya sendiri pada debat ini. (27/01/2017) (seword.com)
  • Terpopuler Minggu Ini