Lurah Kepulauan Seribu: Tak Ada Warga yang Protes dan Tersinggung Saat Ahok Pidato

adsense 336x280

60Detik – Yuli Hardi, Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, menyebut tak ada seorang pun warga di wilayah tugasnya yang melakukan protes ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berkunjung ke sana dan berpidato dalam acara panen ikan kerapu.

Semua itu diungkapkan Yuli ketika dihadirkan sebagai salah satu saksi fakta dalam persidangan perkara penistaan agama di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Audiotorium Kementerian Pertanian di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Januari 2017.



Baca juga: Kasus Ahok Banyak Kejanggalan
Baca Juga: Kapolri Tak Kan Biarkan Rizieq lolos dari jeratan Tersangka
 

"Tidak ada," ujar Yuli, menjawab pertanyaan majelis hakim PN Jakarta Utara.
Yuli juga mengaku tidak terlalu memperhatikan saat Ahok menyebut Surat Al Maidah dalam pidatonya.
"Saat kejadian, jujur, saya tidak terlalu fokus ke pidato Pak Basuki," ujar Yuli.

Yuli baru mengetahui pidato Ahok di acara yang ia hadiri ternyata dipermasalahkan beberapa hari setelah acara. Saat itu, media televisi ramai memberitakan sejumlah kalangan yang menganggap pidato Ahok merupakan penodaan agama. Yuli juga melihat potongan rekaman video yang beredar di YouTube.

Menurut Yuli, sikap masyarakat Kepulauan Seribu juga baru muncul usai pernyataan Ahok ramai dipermasalahkan. "Macam-macam. Ada yang pro, kontra, dan cuek," ujar Yuli. (ase/viva)



 
adsense 336x280