60Detik – Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku memiliki bukti yang otentik terkait percakapan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin dengan SBY pada 6 Oktober lalu.
“Karena kami punya alat bukti terkait hal tersebut, jadi nantinya di mohon bisa menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menilai kejujuran saudara saksi,” kata Humphrey di Jakarta, Selasa (31/1).
Karena dalam persidangan Humphrey  menanyakan maksud dari Ma’ruf Amin bertemu dengan paslon cagub dan cawagub nomor satu di kantor PBNU dan secara terang-terangan mengatakan mendukung Agus Sylvi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Jelas di berita media media anda bertemu tanggal 7 Oktober dan secara terang-terangan bilang mendukung pasangan nomor satu,” kata Humphrey
Humphrey pun langsung menembak pertanyaan kepada saksi mengenai afiliasi saksi terhadap Agus-Sylvi dan pengaruhnya dalam mengeluarkan pendapat dan sikap MUI terkait pidato Basuki Tjahaja Purnama.
Baca Juga
Sejak Ahok Cuti, Pelayanan Di di Pulau Seribu Acak-acakan
 
“Apakah ada telepon hari Kamis yang menyatakan bahwa mohon diatur bahwa Agus di terima di PBNU? Dan SBY meminta untuk di keluarkan fatwa terhadap penistaan agama Ahok?” kata Humphrey.
Ma’ruf mengaku secara tidak sengaja bertemu dengan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur nomor urut satu di kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) pada 7 Oktober lalu.
“Kebetulan saya ada di lantai 4 saat itu, dan di minta untuk bertemu dan foto bersama” kata Ma’ruf. (DS/HG/INFONAWACITA.COM)
Berita rekomendasi: