Kepala Staf Presiden Laporkan Ustadz Ini karena Menuduhnya Antek PKI


60Detik - Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, akan melaporkan seorang ustaz Alfian Tanjung. Alasannya, dalam ceramahnya menyebut Teten sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI) dan melakukan rapat di Istana.
Tetapi, sebelum mengajukan pelaporan itu, Teten mengaku ingin memilih jalur musyawarah terlebih dahulu dengan mengajukan somasi kepada yang bersangkutan.

"Saya sudah kirim somasi sejak dua minggu lalu. Kami minta Ustaz Alfian untuk menarik ucapannya dan minta maaf. Karena saya kira mungkin juga yang bersangkutan menerima informasi yang salah. Jadi tidak benarlah setiap jam 8 malam (rapat PKI di Istana), tidak adalah pertemuan-pertemuan itu, jelas saya bukan kader PKI," kata Teten, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 24 Januari 2017.
Namun hingga kini, Teten mengaku belum mendapatkan respons Ustaz Alfian.



Baca Juga: Sylvi: Pak Anies sudah Masuk Alexis Lihat Surga Dunia Belum?
Baca Juga: Kapolri Tak Kan Biarkan Rizieq lolos dari jeratan Tersangka
Baca Juga: MUI Mengobral Harga Diri Bangsa 
 

Teten mengaku, somasi yang dilayangkan karena ingin menyelesaikan persoalan ini dengan cara yang baik. Hanya kalau yang bersangkutan tidak menjawab somasi itu, pelaporan ke kepolisian akan dilakukan.
"Saya mau luruskan dulu. Tapi kalau memang dia tidak mau mencabut ucapannya, saya perkarakan," ujar Teten.

Alfian disebut sebagai salah satu staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Prof Hamka atau Uhamka.
Adapun pernyataan Ustaz Alfian yang diunggah di laman Youtube dengan judul "Alfian Tannjung: Istana Negara Jadi Sarang PKI Sejak Mei 2016" pada Desember 2016 dengan durasi 0:45 detik itu, Alfian menyebut sederet nama termasuk Teten. Adapun kutipan pernyataannya itu adalah:
"Sejak bulan Mei tahun 2016 di Istana Negara di dalam lingkungan Istana Negara sudah tidak ada lagi tentara aktif. Ini saya ngomong karena tahu bukan saya sok tahu. Ini berat nih ngomong direkam lagi banyak rekaman"

"Kenapa nggak ada (tentara aktif), karena mereka sekarang diisi oleh Teten Masduki, Boi Suprianto, Budiman Sudjatmiko, Waluyo Jati, Nezar Patria, dan sederet kader-kader PKI yang mereka menjadikan Istana tempat rapat rutin mereka tiap hari kerja di atas jam 8 malam ke atas".
"Keren ya, jadi Istana Negara sekarang sarangnya PKI sejak bulan Mei 2016 sampai kapan gue nggak tahu". (viva)



Baca juga: Kasus Ahok Banyak Kejanggalan
  • Terpopuler Minggu Ini