Kapolda Jabar: Rizieq Penakut, Mau Lapor Saja Ikut Mengerahkan Massa


60Detik - Irjen Anton Charliyan menanggapi santai tuntutan Front Pembela Islam (FPI) agar Kapolri, Jenderal Tito Karnavian mencopotnya dari dari jabatan Kapolda Jawa Barat.

Jenderal bintang dua ini tidak masalah FPI menggelar demonstrasi karena telah tertuang dalam Undang-undang dan hak seluruh warga Indonesia. Asal, sesuai prosedur. FPI melakukan demonstrasi buntut dari kericuhan dengan ormas GMIB (Gerakan Masyarakat Indonesia Bawah) di Bogor, Jawa Barat.

"Iya nggak apa-apa, itu hak mereka berdemonstrasi. Terpenting sesuai prosedur, tidak masalah," ujar Anton di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (16/1) dalam rapim bersama TNI.

Kendati demikian, Anton menilai Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab penakut dan terlalu berlebihan. Sebab, bila keberatan atas tindakan main hakim sendiri anggota GMIB, bisa melapor tanpa harus mengerahkan massa.

"Itu hanya ketakutan dari saudara Rizieq aja. Kenapa mesti begitu? Bukankah ada hukum. Kalau menurut saya lebay (berlebihan) itu," kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.


Dalam demonstrasi di Mabes Polri, Senin, (15/1) hari ini, FPI menuntut Kapolri mencopot tiga Kapolda sekaligus, salah satunya Anton. Belakangan diketahui, Anton pembina GMIB. (rej/cr2/jpg/indopos)
  • Terpopuler Minggu Ini