GUS MUS: Unfriend Saja Akun Teman Penebar Kebencian dan Hoax


Foto: Nuh Timur Suprabana
60Detik - Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatuth Tholibin Rembang K.H. Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus mengatakan di media sosial sebenarnya sudah ada fasilitas untuk memerangi hoax. Misalnya, di akun seseorang ada fasilitas block, remove maupun unfriend.

Namun, fasilitas ini sering tak digunakan. “Pokoknya akun yang mengajak berantem, siapapun, alasannya apapun, tolak saja. Jangan dihiraukan. Kalau masih ngeyel ya diblokir,” ucap Gus Mus memberikan tips dalam wawancara dengan Tempo, Kamis malam, 5 Januari 2017.

Gus Mus adalah sosok kiai pesantren yang akrab dengan perkembangan zaman. Sejak lama, Gus Mus menggunakan media sosial dengan akun di Twitter @gusmusgusmu dengan jumlah pengikut sudah mencapai 850 ribu pengikut.

Menurut Gus Mus, jika cerdas menggunakan media sosial, maka masyarakat akan mendapatkan manfaat. Sebab, di media sosial terdapat ahli fikih, sejarah, sastra, dan sebagainya. Bahkan ada presiden, wakil presiden, gubernur, bupati-bupati dan lain-lain yang berjejaring di media sosial. Menurut Gus Mus, tak harus di sekolah atau pesantren.

Namun, Gus Mus juga menyarankan agar pengguna hati-hati dalam menyerap informasi dari media sosial. “Tidak boleh asal share. Perlu tabayun dulu. Yang omong siapa? Kalau ada orang ngomong fikih, apa dia ahli fikih? Gurunya siapa? Sekolahnya dimana? Kita perlu tahu rekam jejak (penulis),” kata Gus Mus.

Gus Mus menambahkan pemerintah harus tahu dan menganggap masalah peredaran hoax ini sebagai masalah serius. Karena menjadi masalah serius, Gus Mus setuju jika pemerintah memblokir situs-situs yang mengabarkan berita bohong.(tempo.co)
  • Terpopuler Minggu Ini