Anggotanya Kunjungi Israel, Pihak MUI: Memalukan !!! Harusnya Dia Tahu Diri, Tidak Usah Gabung MUI


60Detik - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat menyayangkan tindakan salah satu ketua mereka, Istibsyaroh, yang menemui Presiden Israel, Reuven Rivlin. Pertemuan tersebut dinilai sangat mencederai rakyat Indonesia dan umat Muslim di Tanah Air.

" Karena secara de facto Israel masih menjajah Palestina," kata Ketua MUI Bidang Luar Negeri, Kiai Muhyidin Junaidi, saat dihubungi Dream melalui telepon, Jumat 20 Januari 2017.
Pertemuan yang dilakukan Rabu 18 Januari 2017 itu disiarkan oleh laman resmi Kementerian Luar Negeri Israel. Sebuah foto juga diunggah dalam artikel berjudul " President Rivlin meets Muslim leaders from Indonesia" laman itu. Dan Istibsyaroh yang merupakan Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI terlihat di sana.

Muhyidin mengatakan, Istibsyaroh tidak pernah memberitahu MUI perihal pertemuan dengan pejabat negara yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia itu. Jika memberi tahu, pasti MUI melarangnya berkunjung.

" Seharusnya orang yang gabung dengan MUI itu, harus paham betul sikap dan penolakan MUI," ucap dia.
Meski bersifat pribadi, tambahMuhyidin, Istibsyaroh seharusnya bersikap waspada karena membawa nama negara dan lembaga tempatnya menjabat. Dia juga mengaku tak tahu mengapa rekannya itu bisa lolos bertemu presiden negara Zionis itu. Baca Juga: Kapolri Tak Kan Biarkan Rizieq lolos dari jeratan Tersangka

" Bahkan, seakan tidak berdosa. No hurt feeling," Muhyidin menambahkan.
Menurut dia, kunjungan Istibsyaroh justru akan membuat masalah baru. Sebab, saat ini MUI sedang mendapat sorotan dari banyak pihak. " Ini ironis. Salah satu pimpinan MUI justru datang ke Israel. Bahkan, seakan-akan tidak tahu politik," ucap dia.

Sebagai pertanggungjawaban, Muhyidin meminta Istibsyaroh mundur dari keanggotaan MUI. Dia menganggap rekannya itu merusak persepsi orang mengenai MUI. Bahkan, secara tegas Muhyiddin menolak adanya tabbayun --pertemuan untuk klarifikasi.
" Tabbayun enggak dibutuhkan. Kenapa harus tabbayun? Karena pasti dia akan membela diri. Dia harus tahu diri dan tidak usah gabung ke MUI. Sebelum para pimpinan MUI mengadakan pertemuan (dengannya)," ujar Muhyidin. Baca juga: Kasus Ahok Banyak Kejanggalan

Berkaca pada peristiwa itu, dia berharap, para anggota MUI, baik di pusat maupun daerah, paham mengenai posisi dan sikap yang diambil MUI terkait masalah Palestina dan Israel.
" Semoga tidak ada orang-orang semacam itu di MUI Pusat maupun daerah," ucap dia. (Dream)
Baca juga: Megawati Tertawai Permintaan Rizieq
  • Terpopuler Minggu Ini